Lestarikan Budaya, Pemkal Ngipak Laksanakan Pelatihan Sesorah dan Pranatacara bagi Pamong dan Tokoh

Kartikaratna Wijayanti 24 Juli 2026 11:32:38 WIB

NGIPAK (SIDA). Pemerintah Kalurahan Ngipak sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Sesorah dan Protokoler Jawa pada Jumat, 24 Juli 2026. Bertempat di Balai Kalurahan Ngipak, kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat guna memperkuat pemahaman adat dan budaya Jawa di tingkat padukuhan.

Peserta dan Pembukaan Acara

Acara ini dihadiri oleh jajaran Pamong Kalurahan, Ketua RT, Ketua RW, perwakilan Karang Taruna, serta tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan pembacaan doa bersama agar jalannya pelatihan dapat memberikan keberkahan dan manfaat yang luas bagi seluruh peserta.

Sambutan Lurah Ngipak

Dalam sambutannya, Lurah Ngipak menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang mendalam atas kehadiran para tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat.

Beliau juga memaparkan beberapa poin penting terkait pelaksanaan kegiatan ini:

  • Sumber Pendanaan: Pelatihan sesorah dan protokoler Jawa ini didanai sepenuhnya melalui Dana Keistimewaan Tahun 2026.

  • Harapan Pemerintah: Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga masyarakat di padukuhan, khususnya dalam menambah wawasan, keterampilan, serta pemahaman mendalam mengenai pranatacara dan tata krama adat Jawa.

Pemaparan Materi oleh Narasumber: Sumarno

Acara inti diisi oleh narasumber terampil, Bapak Sumarno, yang memaparkan materi secara komprehensif mengenai seni berbicara di depan umum serta keprotokolan tradisional Jawa.

1. Pengertian dan Struktur Sesorah

  • Definisi: Sesorah adalah istilah dalam bahasa Jawa yang berarti pidato atau seni menyampaikan gagasan, ide, atau informasi secara lisan di depan banyak orang, baik dalam acara adat (seperti pernikahan), keagamaan, maupun kegiatan formal.

  • Struktur Baku Sesorah:

    • Purwaka (Pembuka): Salam pembuka (Assalamu’alaikum / Nuwun), puji syukur kepada Tuhan, serta penyapa/pakurmatan kepada para tamu dan sesepuh.

    • Surasa Basa (Isi): Inti atau tujuan utama pidato yang disampaikan (misalnya mewakili tuan rumah, belasungkawa, atau perpisahan).

    • Wasana Basa (Penutup): Dudutan (kesimpulan singkat), panyuwunan pangapunten (permohonan maaf), dan salam penutup.

  • Teknik Penyampaian (Olah Swara & Wiraga):

    • Wicara (Kualitas suara: intonasi jelas, artikulasi tegas, volume pas).

    • Wirama (Irama: pengaturan tempo dan pedhotan).

    • Wiraga (Sikap tubuh: berdiri tegak, tidak memasukkan tangan ke saku, tatapan mata menyebar).

    • Wirasa (Penghayatan ekspresi dan nada bicara sesuai suasana).

2. Protokoler Jawa dan Perbedaannya dengan Sesorah

  • Perbedaan Mendasar:

    • Sesorah menyampaikan gagasan satu arah atas nama pribadi atau lembaga.

    • Pranatacara bertugas mengatur, menjembatani, dan mengalirkan seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.

  • Ruang Lingkup Keprotokolan Jawa:

    • Pranatacara (Pambiwara): Menguasai sandra surya (olah suara), sastra (pilihan kata bahasa Jawa luhur), dan pakem susunan acara adat yang sakral.

    • Tata Krama & Unggah-Ungguh: Penggunaan bahasa yang disesuaikan dengan kedudukan tamu (dari madya hingga krama inggil) serta etika sikap tubuh (sikap lampah).

    • Ubo Rampe & Urutan Prosesi: Mengatur kedatangan, penyerahan paningset, panggih manten, hingga pasrah-tampi pengantin dengan presisi filosofis yang tinggi.

3. Tata Urutan (Titi Laksana) Adat Jawa

Bapak Sumarno juga menjabarkan detail titi laksana dalam berbagai prosesi adat secara sistematis:

  • Titi Laksana Pranatacara: Pambuka - Ngaturaken Pakurmatan - Maca Tata Rakiting Adicara - Nandukaken/Mimpin Adicara - Panutup.

  • Titi Laksana Pambagyaharja: Purwaka - Wosing Gati (Isi hajat) - Ngaturaken panuwun (ucapan terima kasih) - Nyuwun donga pangestu - Panutup, nyuwun pangapunten atas kekurangan gupuh, lungguh, dan suguh, serta salam penutup.

  • Titi Laksana Pasrah Penganten: Purwaka - Wosing Gati (Ngaturaken salam, pasrah penganten lahir batin, nyuwun dherek dididik) - Wasana (Penutup dan permohonan maaf).

  • Titi Laksana Panampi (Penerimaan): Purwaka - Wosing Gati (Nampi salam, nampi penganten beserta sanggan, siap membimbing bagai anak kandung) - Wasana (Penutup dan silaturahmi).

 

Penutupan

Pelatihan Sesorah dan Protokoler Jawa di Kalurahan Ngipak ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari para peserta. Rangkaian acara ditutup secara khidmat dengan doa bersama menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kalurahan Ngipak optimistis generasi muda dan tokoh masyarakat dapat terus melestarikan serta menjaga keaslian tradisi luhur kebudayaan Jawa di tengah masyarakat.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Kartikaratna Wijayanti
    Terima kasih banyak atas dorongan dan apresiasinya...baca selengkapnya
    18 November 2025 12:02:45 WIB
  • Suyati
    Mantap lanjutkan tingkatkan pelayanan...baca selengkapnya
    17 November 2025 18:30:49 WIB
Galeri Foto
LAYANAN PENGADUAN
LAYANAN PENGADUAN Ini adalah formulir pengaduan, silahkan sampaikan kritik maupun saran anda terkait Kalurahan Ngipak!
JAM WAKTU INDONESIA BAGIAN BARAT
JADWAL WAKTU SHALAT

https://tafsirweb.com/jadwal-sholat

JDIH KABUPATEN GUNUNGKIDUL
LAYANAN DUKCAPIL GUNUNGKIDUL
WHATSAPP PELAYANAN KALURAHAN NGIPAK
WhatsApp Desa Ngipak
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial